TUGAS 4
SP Psikologi Umum
1. Berikan contoh kasus anarkisme yang dilakukan “remaja” sebagai refleksi lemahnya pengendalian emosi, dan gejolak usia perkembangan!
Sebagai contoh dalam kasus gank Nero, dimana para pelaku dan korbannya adalah para remaja. Jika dilihat dari tugas perkembangannya, remaja memang berpotensi sekali berbuat demikian. Berdasarkan perkembangan kognitifnya, Piaget menyatakan bahwa pada masa remaja (11 hingga 15 tahun) berkembang pemikiran operasional formal, yang lebih abstrak, idealistis, logis. Remaja semakin mampu menggunakan pemikiran deduktif hipotesis. Terkait kognisi sosial, remaja mengembangkan suatu tipe egosentrisme meliputi penonton khayalan, dimana mereka merasa selalu menjadi objek tontonan (baca: perhatian). Mereka memantau dunia sosial mereka dengan cara-cara yang lebih canggih.
Seringkali kasus pengeroyokan/ labrak-melabrak terjadi karena, si A si B, atau kelompok anu, kelompok inu merasa tersaingi dalam hal penampilan. Ada semcam dorongan dalam remaja untuk tampil menonjol dibanding yang lain, tampil beda untuk lebih diperhatikan, mereka juga sering merasa jadi objek. Memungkinkan untuk munculnya sebuah persaingan.
Masa remaja ialah masa dimana semakin meningkatnya pengambilan keputusan. Mereka menuntut untuk diberikan otonomi, dan memisahkan diri dari orangtua, yang memungkinkan remaja akan kompeten secara social dan menjalani dunia social yang lebih luas. Tekanan untuk mengikuti teman-teman sebaya pun menguat, didukung oleh kebutuhannya akan suatu identitas, hal semacam ini umumnya membuat mereka cenderung membentuk kelompok-kelompok, klik, atau biasa juga dengan membentuk gank.
Hal ini menunjukkan, bahwa pada dasarnya setiap remaja memiliki potensi-potensi anarkis dan memberontak, didukung oleh karakteristik tugas perkembangannya, akan tetapi setiap potensi kekerasan dan anarkis pada remaja itu dapat dialihkan penyalurannya pada hal-hal lain yang positif.
Masa Perkembangan Remaja
Perioderemaja adalah masa transisi dalam periode anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai masa-masa yang amat penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian individu. Kebanyakan ahli memandang masa remaja harus dibagi dalam dua periode karena terdapat ciri-ciri perilaku yang cukup banyak berbeda dalam kedua (sub) periode tersebut. Pembagian ini biasanya menjadi:
a.periode remaja awal (early adolescence), yaitu berkisar umur 13-17 tahun.
b.Periode remaja akhir, yaitu 17-18 tahun (atau umur dewasa menurut hukum yang berlaku di suatu negara).
Secara umum, periode remaja merupakan klimaks dari periode-periode perkembangan sebelumnya. Dalam periode ini apa yang diperoleh dalam masa-masa sebelumnya diuji dan dibuktikan sehingga dalam periode selanjutnya individu telah mempunyai suatu pola pribadi yang mantap. Pertumbuhan fisik dalam periode pubertas terus berlanjut sehingga mencapai kematangan pada akhir periode remaja. Masalah-masalah sehubungan dengan perkembangan fisik pada periode pubertas (malu, atau rendah diri, takut gemuk, ada keinginan punya kumis, dll) masih berlanjut, tetapi akhirnya mereda.
Ciri-ciri perilaku yang menonjol pada usia-usia ini terutama pada perilaku sosialnya. Dalam masa-masa ini teman sebaya punya arti yang sangat penting. Mereka ikut dalam klub-klub, atau gang-gang sebaya yang perilaku dan nilai-nilai kolektifnya sangat mempengaruhi serta nilai-nilai individu-individu yang menjadi anggotanya. Inilah dimana proses individu membentuk pola perilaku dan nilai-nilai baru yang pada gilirannya bias menggantikan nilai-nilai serta pola perilaku yang dipelajarinya di rumah.
Remaja adalah sorang idealis, ia memandang dunianya seperti yang ia inginkan, bukan sebagiamna adanya. Ia suka mimpi-mimpi yang sering membuatnya marah, cepat tersinggung atai frustasi. Selain itu, oleh keluarga dan masyrakat ia dianggap sudah menginjak dewasa, sehingga diberi tanggung jawab layaknya orang dewasa. Ia mulai memperhatikan prestasi dalam segala hal, karena ini memberinya nilai tambah untuk kedudukan sosialnya di antara teman sebayanya maupun orang-orang dewasa.
Periode remaja adalah periode pemantapan identitas diri. Pengertiannya kan “siapa aku” yang dipengaruhi oleh pandangan orang-orang disekitarnya serta pengalaman-pengalaman pribadinya akan menentukan pola perilakunya sebagai orang dewasa. Pemantapan identitas diri ini tidak selalu mulus, tetapi seing melalui prosesyang panjang dan bergejolak. Oleh karena itu, banyak ahli menamakan periode ini sebagai masa-masa storm and stress.
2. Akhir-akhir ini banyak dilansir dalam media kenakalan dan kekerasan dikalangan remaja putri, berikan komentar Anda!
Akhir-akhir ini sering terjadi kasus dimana membuat saya kesal dan muak melihat kejadian itu, dari judul pasti sudah tahu bahwa kejadian itu adalah kekerasan. Kekerasan sebenarnya adalah perbuatan yang sangat tidak bermoral karena telah menyakiti seseorang membuat seseorang itu menderita, dan menurut saya hanya orang-orang tidak berpikirlah yang sampai tega melakukan hal seperti itu. Ambil sebuah contoh yang sedang booming-booming nya yaitu kekerasan antara siswi SMA di Jogja “Geng Nero“. Geng itu berisikan atas anak siswi SMA, saat pertama melihat video nya disalah satu stasiun TV saya berpikir, “Kenapa orang-orang ini melakukan hal seperti itu?”.
Apa mereka tidak memikirkan bagaimana resikonya jika mereka sampai menganiaya teman sebayanya. Mereka bisa saja dikeluarkan dari sekolah bahkan mereka akan membuat teman yang mereka aniaya itu menjadi terpukul, Apa mereka sadar terhadap yang telah mereka lakukan ?. Selama ini banyak sekali kejadian-kejadian tentang kekerasan dari KDRT, sesama pelajar dan masih banyak lainnya. Setelah melihat semua kekerasan itu apakah kita akan berdiam diri saja, Apa kita akan duduk saja melihat perbuatan orang-orang tersebut, khususnya bagi para orang tua anda harus lebih memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak anda supaya kejadian ini tidak terjadi lagi.
Rabu, 30 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar