Selasa, 05 Agustus 2008
Tugas 5 SP Psikologi Umum
SP Psikologi Umum
1.Carilah Informasi Tentang Motivasi, Frustasi, dan Konflik!
a. Motivasi
Manusia bukanlah benda yang bergerak hanya bila ada daya dari luar yang mendorongnya, melainkan makhluk yang mempunyai daya-daya dalam dirinya sendiri untuk bergerak. Inilah yang disebut motivasi. Oleh karena itu motivasi sering disebut penggerak perilaku (the energizer of behavior). Ada juga yang mengatakan bahwa motivasi adalah penentu (determinan) perilaku. Dengan kata lain, motivasi adalah suatu konstruk teoritis mengenai terjadinya perilaku. Menurut para ahli, konstruk teoritis ini meliputi aspek-aspek pengaturan (regulasi), pengarahan (direksi), serta tujuan (insentif global) dari perilaku. Seluruh aktivitas mental yang dirasakan/dialami yang memberikan kondisi hingga terjadinya perilaku tersebut disebut motif.
Motivasi dalam pengertian ilmunya adalah suatu konstruk terjadinya tingkah laku. Dalam membahas tentang motivasi, sering kita menemukan beberapa istilah yang mengandung relevansi dengan motivasi. Motif dipakai untuk menunjukkan keadaan dalam diri seseorang yang berasal dari akiat suatu kebutuhan. Motif sebagai pendorong yang tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dengan faktor lain. Hal-hal yang mempengaruhi motif adalah motivasi. Motif yang kadang disebut motivasi yang mengaktifkan dan yang membangkitkan perilaku yang tertuju pada pemenuhan kebutuhan.
Motivasi merupakan keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku kea rah tujuan. Karena itu motivasi mempunyai 3 aspek, yaitu:
•Keadaan terdorong dalam organisme, yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan, misalnya kebutuhan jasmani, karena keadaan lingkungan atau karena keadaan mental seperti berfikir dan ingatan.
•Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan.
•Tujuan (goal) yang dituju oleh perilaku tersebut.
b. Frustasi
Bila muncul suatu kebutuhan atau dorongan untuk bertindak, tetapi karena sesuatu hal maka kebutuhan tidak terpenuhi atau dorongan untuk bertindak terhambat, maka timbul situasi yang disebut frustasi. Frustasi dapat diartikan suatu kebutuhan tidak dapat terpenuhi atau pemenuhan kebutuhan itu tertunda. Biasanya secara teknis keadaan yang pertama disebut frustasi, dan keadaan kedua disebut privasi.
Faktor-faktor yang menyebabkan frustasi adalah:
•Hambatan fisik individu. Ini bisa berarti karena untuk memenuhi kebutuhan itu fisik individu terlalu lemah atau karena hal-hal lain (misalnya cacad) karena fisik tedak mendukung perilaku individu.
•Hambatan fisik diluar diri individu. Misalnya ada larangan tertentu, atau hal-hal sederhana seperti terkunci dalam ruangan, dll.
•Hilangnya rangsangan memperkuat timbulnya kebutuhan.
•Dilakukannya tindakan yang kurang tepat sehingga kebutuhan tidak terpenuhi.
c.Konflik
Konflik merupakan keadaan munculnya dua kebutuhan atau lebih pada saat yang bersamaan. Dalam kenyataannya dorongan-dorongan atau kebutuhan-kebutuhan tidak selalu muncul satu persatu. Sebenarnya, sering kali munculnya dua kebutuhan atau lebih pada saat yang sama. Berdasarkan akibat yang ditimbulkan dari tindakan yang dilakukan, Kurt Lewin (1890-1947), seorang psikologi social terkenal, membedakan beberapa konflik, yaitu:
•Konflik approach-approach, yaitu apabila dua kebutuhan (atau lebih) yang muncul bersamaan, keduanya mempunyai nilai positif bagi individu.
•Konflik approach-avoidance, yaitu apabila satu kebutuhan yang muncul mempunyai nilai positif dan negative sekaligus bagi individu.
•Konflik multiple approanch-avoidance, yaitu apabila muncul lebih dari dua kebutuhan yang mempunyai nilai-nilai positif dan negatif sekaligus bagi individu.
Konflik ini sangat bersiafat subyektif dan tidak selalu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya di luar individu. Kuat-lemahnya konflik bagi individu tergantung dari berbagai faktor sebagai berikut:
•Bobot-bobot kebutuhan yang timbul. Bila keduanya sangat penting, maka konflik yang terjadi akan semakin kuat.
•Waktu tibanya insentif. Makin dekatnya jarak insentif, maka makin kuat konflik terasa.
•Biasanya konflik avoidance-avoidance terasa kuat disbanding konflik approach-approach, terutama bila insentif sudah dekat. Bila insentif masih jauh maka sebaliknya yang terjadi.
•Besarnya insentif. Semakin besar insentif akan semakin kuat konflik yang dirasakan.
2. Apa yang dimaksud dengan Kepribadian dan Bagaimana Cara Mengukurnya!
a. Pengertian Kepribadian
Dalam bahasa Inggris istilah untuk kepribadian adalah personality. Istilah ini berasal dari sebuah kata Latin persona, yang berarti topeng, perlengkapan yang selalu dipakai dalam pentas drama-drama Yunani Kuno. Istilah ini kemidian diadopsi oleh orang-orang Roma dan mendapatkan konotasi baru “sebagaimana seseorang nampak di hadapan orang lain”. Konotasi seperti ini seolah-olah menunjukan bahwa kepribadian bukanlah diri orang tersebut yang sebenarnya. Sebagai suatu bidang studi empiris, konotasi itu sudah banyak berubah.
Para psikolog dan filsuf nampaknya mulai sepakat bahwa manifestai kepribadian dapat dilihat dari:
•Kenyataan yang bersifat biologis (Umwelt).
•Kenyataan psikologis (Eigenwelt)
•Kenyataan social (Mitwelt)
Ketiga kenyataan ini menggejala menjadi satu kesatuan (whole) yang disebut kepribadian. Berbagai macam pengertian /definisi kepribadian menurut ilmuwan psikologi, yaitu:
Mc. Dougall. dkk. (1930), Kepribadian adalah tingkatan sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatnya mempunyai pengaruh yang menentukan.
Morton Prince (1924), Kepribadian adalah kumpulan pembawaan biologis berupa dorongan, kecenderungan, selera dan instink yang dicampuri dengan sifat dan kecenderungan yang didapat melalui pengalaman yang terdapat pada diri seseorang.
E. Y. Kempt (1921), Kepribadian adalah integrasi dari sistem kebiasaan-kebiasaan yang menunjukkancara khas pada individu untuk menyesuaikan dirinyadengan lingkungannya.
Warren dan Carmichael (1930), Kepribadian adalah keseluruahn organisasi yang terdapat pada diri manusia, pada setiap perkembangannya.
Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1976), ada beberapa karakteristik untuk mengenali kepribadian, yaitu: Penampilan fisik, Temperamen, Kecerdasan, dan Kemampuan, Arah minat dan pandangan mengenai nilai-nilai, sikap Sosial, Kecenderungan dalam motivasi, Cara-cara pembawaan diri, dan Kecenderungan Patologis.
Carl G. Jung (1875-1961), memberikan tiga jenis Kepribadian, yaitu:
- Introvert. Orang yang kepribadian introvert cenderung menutup diri dan menyendiri. Pemalu, lebih suka bekerja sendiri.
- Ekstrovert. Orang dengan kepribadian ini cenderung menggabungkan diri diantara orang banyak sehingga individualitasnya berkurang. Pemarah, memiliki jiwa sosial.
- Ambivert. Orang pada kepribadian ini tidak termasuk introvert dan tidak termasuk ekstrovert.
Pandangan seperti di atas tidak jauh berbeda dengan yang pernah dinyatakan oleh seorang psikolog terkemuka Gordon W. Allport (1897-1967): the dynamic organization within the individual of those psycophysical systems that determine the individual’s unique adjustments to the environment”. Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaian yang unik (khusus) terhadap lingkungannya
Kata dinamis menunjukan bahwa kepribadian bisa berubah-ubah, dan antara berbagai komponen kepribadian (yaitu sistem-sistem psikofisik) terdapat hubungan yang erat. Hubungan-hubungan itu terorganisir sedemikian rupa sehingga secara bersama-sama mempengaruhi pola prilakunya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b. Pengukuran Kepribadian
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya sering melakukan penilaianterhadap kepribadian seseorang. Tetapi kita sering melakukan penilaian berdasarkan ciri-ciri stereotip dari ciri-ciri kelompok dimana orang tersebut ikut sebagai anggotanya (orang kota itu individualis, orang batak kasar-kasar, dll). Kita jua cenderung hanya menilai orang berdasarkan salah satu ciri tertentu yang kita sukai atau tidak kita sukai. Penilaian dengan cara ini sangat menyesatkan dan disebut ballo effect. Selain itu, kita cenderung mengharapkan penilaian baik buruk pada ciri-ciri kepribadain tertentu. Pengukuran kepribadain di bidang psikologi tidak bermaksud untuk menerapkan label nilai-nilai moral (value label), tetapi untuk mendeskripsikan perilaku seperti apa adanya.
Ada tiga metode pengukuran kepribadian, yaitu:
• Metode Obsevasi
Seorang pengamat yang sudah terlatih dapat melakukan observasi terhadap perilaku yang terjadi dalam keadaan nomal/wajar, situasi eksperimen, maupun dalam konteks suatu interview. Informasi yang diperoleh melalui metode ini bisa dicatat pada suatu bagan yang sudah dibakukan, seperti pada rating scale. Menggunakan skala rating ini, penilaian pengamat terhadap suatu perilaku dapat dicatat secara sistematis. Selain itu, bila dilakukan suatu interview terstruktur, alat pencatat seperti tape recorder atau peralatan pembantu lain lain sudah sangat membantu.
• Metode Inventori
Metode ini menghandalkan pada hasil obsevasi subjek terhadap dirinya sendiri. Suatu inventori (personality inventory) merupakan pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang harus diisi atau dipilih oleh subjek berdasarkan ciri-ciri yang dianggap ada dalam dirinya sendiri. Alat-alat semacam ini misalnya adalah MMPI (Minesota Multibhasic personality inventory) yang terdiri dari kurang lebih 550 pernyataan. Selain itu ada C.P.I (California Psychological Inventory), Guilford-Zimmerman Temperament Survey, Sixteen personality Questionnaire (16 PF) yang dikembangkan oleh Carettel, dll. EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) merupakan contoh inventori yang banyak di pakai di Indonesia.
• Metode Proyektif
Cara lain yang digunakan untuk mengukur kepribadian adalah dengan cara teknik proyektif. Asumsi dasarnya adalah bahwa untuk memperoleh gambaran yang bulat tentang seseorang diperlukan kebebasan untuk mengekspresikan dirinya. Tes proyektif yang digunakan dalam metode ini biasanya berupa sesuatu rangsang (berbentuk gambar) yang sifatnya yang sangat ambigu, tidak jelas. Bila dihadapkan dengan situasi ini, individu akan mencoba menerapkan persepsinya yang sudah dipengaruhi oleh berbagai pengalamannya di masa lampau. Ekspresinya dalam mengungkapkan apa yang dilihat bisa cukup bebas karena gambar itu bisa ditafsirkan sesuka hati individu.
3. Jelaskan Apa yang Anda Ketahui Tentang Interaksi Sosial!
Interaksi antara individu dengan sesamanya inilah yang disebut interaksi sosial. Sejak kecil kita semua telah terbiasa tergantung pada lingkungan sosial kita, orang-orang disekitar kita. Walau ketergantungan ini semakin berkurang pada waktu manusia meningkat dewasa, tetapi ada dalam bentuknya yang sangat bervariasi. Manusia selalu membutuhkan manusia yang lain hamper dalam segala hal. Dengan kata lain, interaksi sosial merupakan suatu bidang studi mengenai bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain tersebut beraksi terhadap pengaruh yang dirasakannya.
Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi aksi dan reaksi dalam situasi sosial adalah persepsi sosial. Persepsi sosial sebenarnya adalah kesadaran individu akan adanya orang lain atau perilaku orang lain yang terjadi di sekitarnya. Lebih lanjut persepsi sosial diartikan sebagai penilaian terhadap penampilan fisik (physical appearance) dan ciri-ciri perilaku orang lain.
4.Normalitas Seseorang Ditandai Dengan:
a.Persepsi yang efisien terhadap kenyataan yang dihadapi.
b.Mengenal dirinya sendiri.
c.Mampu mengendalikan perilakunya.
d.Memiliki harga diri dan diterima oleh lingkungannya.
e.Mampu memberi perhatian kepada orang lain.
f.Produktif.
Lengkapi dengan normalitas di lingkungan Anda!
Banyak ahli berpendapat bahwa mendefinisikan normalitas justru lebih sulit daripad abnormalitas, khususnya dalam suatu masyarakat yang berubah dengan cepat. Walau terdapat kontroversi di sana-sini, tetapi nampaknya kebanyakan psikolog sepakat bahwa suatu kepribadian yang normal atau sehat, mempunyai ciri-ciri seperti tercermin dari criteria di bawah ini:
Sikap Terbuka. Seorang dalam melakukan hubungan interpersonal, memiliki sikap terbuka agar komunikasinya efektif. Adapun orang yang bersikap terbuka memiliki indikator sebagai berikut:
-Menilai pesan secara obyektif dengan menggunakan data dan keajegan logika.
-Membedakan dengan mudah. Melihat nuansa.
-Berorientasi pada sisi.
-Mencari sumber dari berbagai sumber.
-Lebih bersifat professional dan bersedia mengubah kepercayaannya,
-Mencari pengertian pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaannya.
Sikap Suportif adalah sikap yang mengurangi sikap defensif (pembelaan diri) dalam komunikasi. Orang yang tidak menerima dan tidak jujur serta tidak empatis, maka cenderung orangnya bersikap defensif. Orang yang bersikap defensif cenderung evaluatif, kontrolois, strategis, netralis, superioritas, dan penuh kepastian.
Simpati dan Empati. Kedua perasaan ini berhubungan dengan perasaan seseorang dalam hubungan dengan orang lain. Simpati, pengertian yang sederhana adalah perasaan terhadap orang lain. Perasaan yang bagaimana? Simpati ialah suatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain. Dengan kata lain, suatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan sesuatu yang sedang dirasakan orang lain. Di sini ada situasi: Feeling with person. Simpati dapat timbul karena persamaan cita-cita, mungkin karena penderitaan yang sama, atau karena berasal dari daerah yang sama, dsb.
Gejala perasaan yang berlawanan dengan simpati ialah antipati. Gejala perasaan ini menunjukkan ketidaksenangan kepada orang lain. Ketidaksenangan ini berupa kebencian. Dari kebencian ini terdapat unsur berlawanan/bemusuhan. Antipati ini timbul karena bermacam-macam sebab seperti halnya simpati. Empati ialah suatu kecenderungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain andaikata dia dalam situasi orang lain. Karena empati, orang menggunakan perasaannya dengan efektif di dalam situasi orang lain, didorong oleh emosinya seolah-olah dia ikut mengambil bagian dalam dalam gerakan-gerakan yang dilakukan orang lain.
Perasaan Harga Diri
Perasaan ini merupakan perasaan yang menyertai harga diri seseorang. Perasaan ini dapat positif, yaitu timbul kalau orang mendapatkan penghargaan terhadap diringa. Perasaan ini dapat meningkat kepada perasaan harga diri lebih. Tetapi perasaan ini juga dapat bersifat negatif yaitu bila orang mendapatkan kekecewaan. Ini dapat menimbulkan rasa harga diri kurang. Perasaan harga diri lebih jauh dikupas oleh Alfred Adler, sebagai seorang tokoh dalam psikologi individual.
Kepercayaan (Trust)
Percaya didefinisikan sebagai mengandalkan perilaku orang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dalam situasi yang penuh resiko (Giffin; 1967:224-2234). Ada tiga unsur percaya, yaitu:
-Ada situasi yang menimbulkan resiko. Bila ada seseorang menaruh kepercayaan pada orang lain, maka ia akan menghadapi resiko.
-Orang yang menaruh kepercayaan kepada orang lain, berarti dia menyadari bahwa akibat-akibatnya akan bergantung pada perilaku orang lain.
-Orang yang yakin bahwa perilaku orang lain akan berakibat baginya.
Rabu, 30 Juli 2008
Tugas SP Psikologi Umum
SP Psikologi Umum
1. Berikan contoh kasus anarkisme yang dilakukan “remaja” sebagai refleksi lemahnya pengendalian emosi, dan gejolak usia perkembangan!
Sebagai contoh dalam kasus gank Nero, dimana para pelaku dan korbannya adalah para remaja. Jika dilihat dari tugas perkembangannya, remaja memang berpotensi sekali berbuat demikian. Berdasarkan perkembangan kognitifnya, Piaget menyatakan bahwa pada masa remaja (11 hingga 15 tahun) berkembang pemikiran operasional formal, yang lebih abstrak, idealistis, logis. Remaja semakin mampu menggunakan pemikiran deduktif hipotesis. Terkait kognisi sosial, remaja mengembangkan suatu tipe egosentrisme meliputi penonton khayalan, dimana mereka merasa selalu menjadi objek tontonan (baca: perhatian). Mereka memantau dunia sosial mereka dengan cara-cara yang lebih canggih.
Seringkali kasus pengeroyokan/ labrak-melabrak terjadi karena, si A si B, atau kelompok anu, kelompok inu merasa tersaingi dalam hal penampilan. Ada semcam dorongan dalam remaja untuk tampil menonjol dibanding yang lain, tampil beda untuk lebih diperhatikan, mereka juga sering merasa jadi objek. Memungkinkan untuk munculnya sebuah persaingan.
Masa remaja ialah masa dimana semakin meningkatnya pengambilan keputusan. Mereka menuntut untuk diberikan otonomi, dan memisahkan diri dari orangtua, yang memungkinkan remaja akan kompeten secara social dan menjalani dunia social yang lebih luas. Tekanan untuk mengikuti teman-teman sebaya pun menguat, didukung oleh kebutuhannya akan suatu identitas, hal semacam ini umumnya membuat mereka cenderung membentuk kelompok-kelompok, klik, atau biasa juga dengan membentuk gank.
Hal ini menunjukkan, bahwa pada dasarnya setiap remaja memiliki potensi-potensi anarkis dan memberontak, didukung oleh karakteristik tugas perkembangannya, akan tetapi setiap potensi kekerasan dan anarkis pada remaja itu dapat dialihkan penyalurannya pada hal-hal lain yang positif.
Masa Perkembangan Remaja
Perioderemaja adalah masa transisi dalam periode anak-anak ke periode dewasa. Periode ini dianggap sebagai masa-masa yang amat penting dalam kehidupan seseorang khususnya dalam pembentukan kepribadian individu. Kebanyakan ahli memandang masa remaja harus dibagi dalam dua periode karena terdapat ciri-ciri perilaku yang cukup banyak berbeda dalam kedua (sub) periode tersebut. Pembagian ini biasanya menjadi:
a.periode remaja awal (early adolescence), yaitu berkisar umur 13-17 tahun.
b.Periode remaja akhir, yaitu 17-18 tahun (atau umur dewasa menurut hukum yang berlaku di suatu negara).
Secara umum, periode remaja merupakan klimaks dari periode-periode perkembangan sebelumnya. Dalam periode ini apa yang diperoleh dalam masa-masa sebelumnya diuji dan dibuktikan sehingga dalam periode selanjutnya individu telah mempunyai suatu pola pribadi yang mantap. Pertumbuhan fisik dalam periode pubertas terus berlanjut sehingga mencapai kematangan pada akhir periode remaja. Masalah-masalah sehubungan dengan perkembangan fisik pada periode pubertas (malu, atau rendah diri, takut gemuk, ada keinginan punya kumis, dll) masih berlanjut, tetapi akhirnya mereda.
Ciri-ciri perilaku yang menonjol pada usia-usia ini terutama pada perilaku sosialnya. Dalam masa-masa ini teman sebaya punya arti yang sangat penting. Mereka ikut dalam klub-klub, atau gang-gang sebaya yang perilaku dan nilai-nilai kolektifnya sangat mempengaruhi serta nilai-nilai individu-individu yang menjadi anggotanya. Inilah dimana proses individu membentuk pola perilaku dan nilai-nilai baru yang pada gilirannya bias menggantikan nilai-nilai serta pola perilaku yang dipelajarinya di rumah.
Remaja adalah sorang idealis, ia memandang dunianya seperti yang ia inginkan, bukan sebagiamna adanya. Ia suka mimpi-mimpi yang sering membuatnya marah, cepat tersinggung atai frustasi. Selain itu, oleh keluarga dan masyrakat ia dianggap sudah menginjak dewasa, sehingga diberi tanggung jawab layaknya orang dewasa. Ia mulai memperhatikan prestasi dalam segala hal, karena ini memberinya nilai tambah untuk kedudukan sosialnya di antara teman sebayanya maupun orang-orang dewasa.
Periode remaja adalah periode pemantapan identitas diri. Pengertiannya kan “siapa aku” yang dipengaruhi oleh pandangan orang-orang disekitarnya serta pengalaman-pengalaman pribadinya akan menentukan pola perilakunya sebagai orang dewasa. Pemantapan identitas diri ini tidak selalu mulus, tetapi seing melalui prosesyang panjang dan bergejolak. Oleh karena itu, banyak ahli menamakan periode ini sebagai masa-masa storm and stress.
2. Akhir-akhir ini banyak dilansir dalam media kenakalan dan kekerasan dikalangan remaja putri, berikan komentar Anda!
Akhir-akhir ini sering terjadi kasus dimana membuat saya kesal dan muak melihat kejadian itu, dari judul pasti sudah tahu bahwa kejadian itu adalah kekerasan. Kekerasan sebenarnya adalah perbuatan yang sangat tidak bermoral karena telah menyakiti seseorang membuat seseorang itu menderita, dan menurut saya hanya orang-orang tidak berpikirlah yang sampai tega melakukan hal seperti itu. Ambil sebuah contoh yang sedang booming-booming nya yaitu kekerasan antara siswi SMA di Jogja “Geng Nero“. Geng itu berisikan atas anak siswi SMA, saat pertama melihat video nya disalah satu stasiun TV saya berpikir, “Kenapa orang-orang ini melakukan hal seperti itu?”.
Apa mereka tidak memikirkan bagaimana resikonya jika mereka sampai menganiaya teman sebayanya. Mereka bisa saja dikeluarkan dari sekolah bahkan mereka akan membuat teman yang mereka aniaya itu menjadi terpukul, Apa mereka sadar terhadap yang telah mereka lakukan ?. Selama ini banyak sekali kejadian-kejadian tentang kekerasan dari KDRT, sesama pelajar dan masih banyak lainnya. Setelah melihat semua kekerasan itu apakah kita akan berdiam diri saja, Apa kita akan duduk saja melihat perbuatan orang-orang tersebut, khususnya bagi para orang tua anda harus lebih memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak anda supaya kejadian ini tidak terjadi lagi.
Tugas SP Psikologi Umum
SP Psikologi Umum
Jelaskan Hubungan Stress (Psikologi) dengan Sakit Pada Organ Lambung (Maag / Tukak Lambung)!
STRES
Stress adalah respon non spesifik tubuh yang muncul saat dibutuhkan. Stress berbeda definisi dengan meningkatnya kegelisahan atau kecemasan. Stress itu hal normal, namun harus dikendalikan agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Karena tubuh merespon berbagai bentuk stres fisik atau psikologis, berbagai perubahan pada tubuh dapat diprediksikan. Seperti meningkatnya denyut jantung, naiknya tekanan darah (sistole dan diastole) serta sekresi hormon perangsang. Respon terhadap stres ini terjadi apakah stress itu sifatnya negatif atau positif. Istilah gampangnya adalah mekanisme 'fight or flight'. Stress yang berkelanjutan dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menerima tambahan tekanan dalam bentuk psikologis atau fisik.
Bagaimana tanda-tanda stress? Ada sejumlah sinyal jelas saat Anda mengalami stres, yakni:
1. Mudah tersinggung
2. Naiknya tekanan jantung
3. Meningkatnya tekanan darah
4. Sulit tidur
5. Sakit kepala
6. Sakit pencernaan/sakit maag
7. Merasa gelisah tanpa sebab
8. Sakit di leher atau punggung bagian bawah
Stress akan lebih mudah dikendalikan saat seseorang menyadari datangnya stress di awal. Bagaimana caranya mengelola stres agar tak terus berlanjut? Berikut sejumlah tips yang dapat Anda tiru agar stress dapat Anda hindari: Olah raga teratur setiap hari termasuk 20 menit latihan aerobic.
a. Konsumsi menu seimbang, banyak kandungan serat seperti sayur dan buah
b. Hindari kafein, karena zat ini mungkin menyebabkan insomnia dan kegelisahan
c. Kurangi konsumsi gula rafinasi. Kelebihan gula menyebabkan fluktuasi berulang
d. Pada level gula darah, menambah tekanan pada fungsi fisik tubuh
e. Kurangi alkohol dan obat-obatan. Zat-zat ini menambah sakit kepala dan menambah depresi
f. Tidur cukup selama tujuh jam di malam hari
g. Luangkan waktu setiap hari dengan relaksasi, seperti yoga, berdoa juga meditasi
h. Mandi air hangat (dengan shower jika ada)
i. Berlibur
j. Selalu berpikir positif dan optimis
ORGAN LAMBUNG (MAAG)
Sakit maag dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit lain, seperti bronkitis, pendarahan, dan sakit kepala sebelah (migren). Maag juga bisa menimbulkan komplikasi di daerah tenggorokan berupa ISPA terutama kembalinya isi dan asam lambung ke tenggorokan (repluk). Hal ini bisa merasang timbulnya penyakit baru berupa penyakit Asma. Komplikasi berupa nyeri yang hebat dan muntah-muntah dapat mengakibatkan kekurangan cairan dalam tubuh si penderita, sedangkan luka besar bisa menimbulkan pendarahan ringan hingga berat. Bila hal ini tidak segera dioperasi bisa menyebabkan kematian.
Maag yang menahun tidak terlalu membahayakan dibandingkan sakit yang makin lama makin berat. Komplikasi penderita berat dan pendarahan umumnya adalah faktor stres. Sakit maag fungsional yang sering berulang tidak menyebabkan kompilkasi yang berat pasien terlambat berobat. Menurut Fuad, ada tanda-tanda bahaya maag (alarem sindrum). Orang harus berhati-hati bila terdapat tanda-tanda, seperti sakit timbul pada usia di atas 50 tahun, berat badan terus menurun, muntah-muntah, sukar menelan dan darah rendah (Anemia). Sakit maag dapat disembuhkan bila penderita sering berkonsultasi dengan dokter dan mengubah pola hidup
Penderita maag fungsional dapat disembuhkan asalkan pola makan dan tidur yang teratur serta hindari stres. Selain selain itu juga, menurut Fuad, penderita juga sebaiknya untuk melakukan latihan fisik secara teratur sesuai kemampuan. Latihan fisik yang cukup dan teratur akan membuat tubuh menjadi bugar dan sehat. Selain itu juga olahraga dapat menghindarkan stres. Ingat kondisi mental erat hubungannya dengan kondisi pencernaan. Pencegahan Fuad, mengimbau lebih baik mencegah dari pada mengobati, sebab bila suatu penyakit sudah menyerang sulit untuk disembuhkan dan berapa banyak biaya yang dikeluarkan. Ada beberapa cara untuk mencega agar supaya tidak sakit maag yakni: Mengurangi produksi asam lambung atau menghindari terlambat makan, stres, dan makanan serta minuman yang dapat menimbulkan asam lambung, seperti rokok, kopi, coklat dan makanan yang mengadung asam.
Hati-hati penggunaan obat-obat penghilang rasa nyeri dan jangan dimakan pada saat perut kosong atau disertai obat-obat maag lainnya. l Pola hidup yang teratur, makan dan tidur yang teratur. Banyak olahraga sebab untuk mengkuatkan asam lambung. Hindari makanan yang langsung merusak dinding lambung seperti makana mengandung cuka, merica dan bumbu-bumbu yang merasang.
Sedangkan makanan baik untuk dikonsumsi bagi penderita sakit maag adalah: Tidak merasang timbulkan asam lambung l Bila sakit maag berat, makanlah makanan yang lunak seperti bubur dan porsinya sedikit. Makanan-makanan yang dapat meneteralkan asam lambung, roti susu atau roti marie. Hindari makanan yang mengandung lemak dan minyak (gaji hewan). Hindari makanan seperti, beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, talas serta dodol. Buah-buah tidak mengandung asam dan bergetah. (semangka, pisang dan pepaya).
Hubungan Stress (Psikologi) dengan Sakit Pada Organ Lambung (Maag / Tukak Lambung)
FUAD, mengatakan ada dua jenis kelainan pada maag yakni dispepsia fungisonal dan organik. Dispepsia organik adanya radang berupa koreng, luka atau tukak pada lambung, usus 12 jari dan tenggorokan. Dispepsia fungsional organ pada lambung dan usus 12 jari dalam keadaan baik (bagus) atau normal, tetapi fungsinya terganggu. Kelainan pada dispepsia fungsional seperti kemerahan pada alat pencernaan.
Kerusakan organ lambung bisa disebabkan ulkus dan non ulkus. Menurutnya, ulkus adanya kerusakan dari dalam tubuh, bisa dikarenakan lecet baik lecet kecil hingga lecat besar hingga tukak. Penyebabnya terjadinya kerusakan mukosa daya tahan mukosa terus terhadap daya yang berasal dari luar. Seperti pengaruh obat-obatan. Fuad, mengonsumsi obat rematik dan obat penghilang rasa sakit (obat sakit kepala) secara terus menerus bisa memicu timbulnya sakit maag.
Tetapi apabila daya tahan tubuh seseorang kuat, obat sakit kepala itu tidak akan merusakn atau menyebabkan lecet pada lambung dan usus 12 jari. “Orang lanjut usia dan menderita sakit berat, obat-obat tadi dapat menyebabkan kelecetan pada lambung dan usus 12 jari,” jelas Fuad. Selain faktor-faktor di atas, faktor asam lambung yang dikeluarkan sel-sel dalam lambung juga dapat menimbulkan sakit maag. Derajat keasaman lambung (PH) yang normal adalah 4-5 PH. Bila asam lambung menunjukkan angka 2 PH atau dibawahnya berarti asam lambung dalam keadaan tinggi.
Asam lambung tinggi disebabkan oleh karena terlambat makan, stres dan makanan yang merasang timbulnya asam lambung, seperti kopi dan minuman yang mengandung alkohol. Sedangkan, non ulkus tidak terjadi kerusakan tetapi adanya peradangan di lambung (gastritis). Rasa nyeri itu sendiri timbul karena aedanya sensitas syaraf lambung terhadap asam lambung, luka dan perenggangan otot lambung.
Carilah Sebanyak-banyaknya Tentang Fungsi Hemisparum Cerebri Kanan (Otak Kanan)!
Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang
Fungsi Otak Kanan
Belahan otak kanan memiliki fungsi yang khusus yang berlainan dengan belahan otak kiri. Belahan otak kanan memiliki fungsi:
1. Acak
Acak yang dimaksud di sini adalah bahwa belahan otak kanan bekerja menghasilkan suatu ide, atau suatu kesimpulan tidak melalui suatu proses berpikir yang kaku. Dalam menghasilkan suatu lukisan yang indah seorang pelukis menemukan idenya tanpa harus berpikir logik. Ia berimajinasi dari suatu peristiwa pada peristiwa yang lain, dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain.
2.Tidak teratur
Belahan otak kanan memiliki karakterisik untuk berpikir tidak teratur. Ia dapat langsung pada ide pokoknya baru pada bagian lain yang lebih kecil, atau memulai sesuatu tanpa ada tahapan yang jelas.
3. Intuitif
Berpikir intuitif adalah berpikir di mana ide atau gagasan didapat tanpa melalui proses berpikir yang rasional. Ide atau gagasan itu muncul saja dari dalam pikirannya tanpa ia mengetahui dari mana asal pikiran itu. Ketika berada dalam kamar mandi terkadang muncul solusi atas permasalahan yang sebelumnya tidak kita ketemukaan jawabannya. Atau tiba-tiba kita ingin sekali pergi menemui ibu kita di rumah tanpa ada sesutu yang terjadi sebelumnya. Itulah berpikir intuitif.
4. Menyeluruh
Berpikir menyeluruh adalah berpikir dengan mempertimbangkan banyak hal. Melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, berbagai aspek. Dengan fungsi otak kanan ini, manusia dapat berpikir bahwa yang menyebabkan banjir bukan hanya karena hujan besar, akan tetapi banyak faktor lain lagi, seperti perilaku membuang sampah di kali, hilangnya daerah serapan air, banyaknya bangunan, dan lain sebagainya.
Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan menyeluruh. Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan, dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (perasaan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran ruang, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas, dan visualisasi.
Dominasi Otak Kanan
Individu yang dominan pada belahan otak kanan merupakan individu yang acak dalam berpikir. Tidak seperti individu dengan dominan pada otak kiri yang linier (searah), individu dengan dominan pada belahan otak kanan lebih dapat melihat suatu pada sisi yang berbeda-beda. Dalam melihat suatu masalah individu dengan dominan pada otak kanan melihat masalah lebih luas dan menyeluruh. Karena mereka berpikir acak, biasanya mereka memiliki punya banyak ide. Ide-ide tersebut bermunculan dari pikiran mereka secara intuitif (langsung dari dalam dan tidak melalui proses berpikir yang logis).
Kekurangannya tentu saja terkadang mereka memiliki banyak sekali ide atau gagasan akan tetapi tidak fokus. Individu dengan dominasi pada otak kanan biasanya memiliki kreatifitas yang tinggi. Mereka dapat menghubungkan hal-hal yang ada untuk memunculkan hal-hal yang baru. Seorang yang kreatif ketika melihat kursi, melihat ban bekas, akan dapat menghubungkannya dengan membuat kursi dengan ban bekas tersebut.
Rabu, 23 Juli 2008
Tugas 2
SP Psikologi Umum
Carilah informasi tentang berbagai hal pengaruh internal dan eksternal yang mempengaruhi sistem syaraf terhadap rangsang?
Sistem Syaraf
Organ-organ tubuh manusia memiliki detektor yang sensitif (organ dengan tanggapan khusus) yang khusus menanggapi berbagai jenis rangsangan. Jadi pada tubuh manusia terdapat organ-organ yang menanggapi (bereaksi) terhadap cahaya/sinar, suara, perubahan kimia, gradien termal, tekanan, regangan, dan masih banyak lagi. Beberapa organ berfungsi menanggapi perubahan lingkungan internal. Beberapa organ lain bertugas menanggapi perubahan lingkungan eksternal.
Detektor atau reseptor adalah perpanjangan jaringan syaraf dari pusat sistem syaraf. Pusat sistem syaraf terdiri dari otak, batang otak dan sumsum tulang belakang. Reseptor ini merupakan ujung syaraf yang terbuka. Sebagai contoh reseptor yang mendeteksi perubahan termal adalah ujung-ujung syaraf yang terbuka yang terdapat di kulit. Reseptor juga bisa berupa struktur yang lebih kompleks seperti (ujung-ujung syaraf yang terbuka yang terdapat di) mata atau telinga.
Reseptor adalah transduser energi yang mengubah rangsangan yang berupa iritasi khusus menjadi pulsa listrik. Pulsa listrik ini akan menjalar di sepanjang perpanjangan jaringan syaraf (neuron atau serabut syaraf) ke lokasi khusus di pusat syaraf. Neuron yang berfungsi sebagai penghantar pulsa listrik dari hasil rekaman perubahan lingkungan ini disebut afferent neuron atau sensory neuron .
Ada dua grup pusat syaraf utama di mana pulsa-pulsa syaraf ini ditujukan yaitu :
1. Pusat refleks. Berlokasi di batang otak dan sumsum tulang belakang.
2. Pusat sadar. Berlokasi di otak.
Pusat refleks mengumpulkan informasi dari pulsa syaraf tanpa disadari oleh organ-organ yang bersangkutan. Pusat sadar mengumpulkan informasi dari pulsa syaraf yang sifat dan lokasi dari perubahan lingkungannya disadari. Informasi ke pusat refleks akan ditanggapi berupa refleks-rekleks khusus. Sebagai contoh; jika kita memegang benda panas, maka secara refleks kita akan menjatuhkannya. Informasi ke pusat sadar akan ditanggapi secara sukarela. Secara sadar, oleh akibat benda panas yang dipegang dalam contoh di atas akan timbul rasa nyeri dan luka bakar. Respon yang terjadi terhadap perubahan lingkungan biasanya melibatkan baik pusat refleks maupun pusat sadar.
Refleks adalah reaksi yang otomatis dan tidak disengaja yang terjadi pada otot-otot atau kelenjar-kelenjar dalam organ manusia. Reaksi-reaksi otot atau kelenjar tersebut terbawa melalui neuron yang bergerak dari pusat refleks dalam pusat sistem syaraf ke otot-otot dan kelenjar-kelenjar tersebut. Pulsa syaraf ini merambat melalui efferent atau motor neuron. Jika pulsa syaraf bereaksi pada otot, maka pada otot-otot tersebut akan terjadi perubahan panjang, sehingga terjadi gerakan. Jika pulsa syaraf bereaksi di kelenjar, kelenjar tersebut akan memproduksi dan melepaskan cairan sekresi (air liur, empedu, keringat, dan sebagainya).
Pada umumnya otot-otot pada tubuh manusia terletak menempel pada tulang atau menempel di dinding organ dan struktur, seperti sistem pencernaan makanan, kantong kemih dan pembuluh-pembuluh darah. Di dalam tubuh manusia terdapat dua jenis kelenjar, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar eksokrin berperan pada sistem pencernaan makanan dan sistem produksi (pengeluaran) keringat. Kelenjar-kelenjar ini mempunyai salutan (pembuluh) dan jika terangsang akan menghasilkan/mengeluarkan produk seperti ludah dan keringat Kelenjar endokrin tidak mempunyai pembuluh. Produknya berupa hormon (bahan pengatur), produk ini akan langsung masuk ke dalam aliran darah.
Otot-otot yang menempel pada tulang tidak hanya diaktifkan oleh refleks, tetapi juga dapat diatur oleh keputusan sukarela (sadar). Aktivitas sukarela ini dimungkinkan oleh motor neuron yang bergerak ke otak atas perintah pusat kesadaran dan keluar dari pusat sistem syaraf ke otot-otot tulang. Sebagai contoh, bernafas adalah aktivitas otomatis yang tidak disadari. Dengan keputusan sukarela suatu ketika kita dapat menghentikan nafas sementara, menahan nafas atau mengatur panjang pendeknya pernafasan.
Sistem Endokrin
Pada umumnya kelenjar yang tidak berpembuluh dirangsang oleh refleks.
Hormon tidak memulai proses-proses di dalam tubuh, tetapi hanya mengatur laju aktifitas di mana hormon tersebut beiperan. Reaksi terhadap perubahan lingkungan bersifat hormonal berlangsung lambat dibandingkan dengan reaksi yang ditimbulkan oleh urat syaraf. Pulsa syaraf bergerak sangat cepat pada neuron sensor atau neuron motor, jauh lebih cepat dari pada perjalanan hormon di dalam sistem sirkulasinya.
Hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin mempunyai peran yang luas. Peran-peran hormon yang telah diketahui antara lain: mengatur pertumbuhan fisik dan mental, metabolisme sel, sifat fisik dan kimia lingkungan internal, proses-proses pencernaan, dan memfungsikan banyak organ tubuh.
Pengaturan Tekanan Osmotik Lingkungan Internal
Organ organ yang berperan dalam proses tersebut adalah hipotalamus (terletak di batang otak banyak mengandung pusat-pusat refleks untuk mekanisme homeostatik), kelenjar pituitary posterior, dan ginjal. Ginjal berfungsi untuk membuang limbah hasil metabolisme, tetapi juga menjaga air di dalam tubuh. Ginjal mempunyai kemampuan mengatur jumlah dan kepekatan urin dalam rangka mengatur air di dalam tubuh. Kelebihan air di tubuh akan menurunkan tekanan osmotik darah.
Kekurangan air dalam tubuh akan meningkatkan tekanan osmotik. Perubahan tekanan osmotik dalam darah akan terdeteksi oleh osmoreseptor yang berlokasi di pembuluh darah kecil di hipotalamus. Pulsa syaraf terbawa melalui neuron ke kelenjar pituitary posterior di mana hormon diuretic disimpan. Hormon ini diproduksi dan langsung dibawa oleh aliran darah ke ginjal di mana jumlah produksi air (urin) diatur. Jika darah kental dan tekanan osmotik naik, produksi hormon diuretic diperbesar. Sebagai akibatnya volume urin turun (sedikit). Dengan sedikitnya urin yang dikeluarkan, maka banyak air yang terjaga, dan darah menjadi encer. Produksi hormon diuretik diturunkan. Inilah perubahan kimiawi dinamis antara batang otak dan ginjal dalam pengelolaan lingkungan internal agar tekanan osmotik menjadi mantap.
Model Sederhana Mekanisme Homeostasis
Perubahan lingkungan eksternal pada umumnya ditanggapi oleh tubuh melalui sistem syaraf, perubahan dideteksi oleh detektor (receptor) khusus. Perubahan lingkungan internal dideteksi oleh detektor khusus lainnya. Tubuh manusia merupakan sistem terbuka, yang membutuhkan energi makanan dan material-material makanan dari lingkungan eksternal, maka model mekanisme homeostasi melibatkan pengaturan internal dan pengaturan eksternal.
Pengaturan Internal
Perubahan lingkungan internal akan menimbulkan keadaan yang menyimpang (dari keadaan set-point) pada reseptor-reseptor internal. Penyimpangan tersebut akan terdefeksi dan menimbulkan respon untuk mengoreksi simpangan tersebut. Tanpa adanya simpangan maka tidak akan ada pengaturan. Keragaman awal pada lingkungan internal ini disebut sistem keragaman. Suatu ketika proses-proses pengaturan akan beraksi untuk mengkoreksi simpangan. Organisme memiliki mekanisme untuk menunjukkan bahwa simpangan telah dikoreksi. Mekanisme ini diidentifikasikan sebagai umpan balik negatif.
Jika perubahan lingkungan telah dikoreksi lingkungan di sekitar detektor mendekati keadaan set-point. Detektor kemudian berhenti menimbulkan respon-respon pengaturan lanjutan. Oleh karena diperlukan waktu untuk berbagai tahapan proses pengaturan, maka sering terjadi koreksi berlebih. Koreksi berlebih ini menimbulkan lingkungan yang baru, yang dapat memicu mekanisme pengaturan kembali. Jadi sistem keragaman adalah perubahan yang kontinu pada lingkungan internal. Simpangan dari keadaan set-point pada detektor tidak pernah terkoreksi secara komplit, tetapi mekanisme pengaturan memungkinkan keadaan mantap pada lingkungan internal terkelola.
Pengaturan Eksternal
Pengelolaan keadaan mantap pada lingkungan internal menuntut organisme terus menerus mengisi kembali simpanan energi makanan dan material-material lain yang terbatas dari sumber di lingkungan eksternal. Jika pemanfaatan materi-materi tersebut terjadi secara kontinu, maka pemasukan juga harus dilakukan secara kontinu. Walaupun demikian banyak simpangan pada sifat-sifat fisik dan kimia lingkungan internal tidak dapat dikoreksi oleh mekanisme pada lingkungan internal itu sendiri. Untuk alasan ini maka perlu ada komponen-komponen perilaku pengaturan fisiologis yang disebut pencarian (searching) terhadap energi makanan dan material-material lain untuk mengoreksi simpangan dari lingkungan eksternal. Pencarian memerlukan vektor yang dapat diarahkan organisme ke arah material-material yang dibutuhkan. Jadi pengaturan eksternal terdiri dari pencarian dan pengarahan (searching and orientation). Letak reseptor sensor yang ada di bagian luar (di permukaan tubuh) membuat search and orientation menjadi efektif.
Aspek perilaku lain dari pengaturan eksternal adalah membantu mekanisme homeostasis menyangkut perbaikan dari variasi ekstrim lingkungan eksternal. Variasi-variasi ini dideteksi oleh receptor eksternal dan responnya adalah proses-proses motor yang kompleks. Sebagai contoh adalah timbulnya kebutuhan akan "pakaian, sangkar (selter), pemanas dan pendingin ruangan" sebagai proteksi terhadap lingkungan. Binatang juga mempunyai cara untuk mengatasi lingkungan dengan cara membangun sarang, hidup di dalam liang atau goa atau di bawah batu. Banyak binatang yang bergerak masuk atau keluar dari sarang tergantung dari keadaan lingkungan eksternal. Proteksi terhadap lingkungan ini dapat dilihat sebagai search and orientation.
Aksi Gabungan Pada Mekanisme Homeostasis
Tubuh manusia bukan merupakan susunan yang sederhana atas sel-sel, jaringan-jaringan dan organ-organ, melainkan merupakan gabungan dari organisme-organisme yang utuh dan menyatu. Fungsi organisme tidak dapat diprediksi dari proses-proses utama atau unsur-unsurnya saja. Organisasi dan hubungan antar sel-sel, jaringan-jaringan dan organ-organ tidak dapat diduga dari bagian-bagian yang terisolasi yang diketahui. Sifat yang menarik dari organisme adalah operasional yang terintegrasi. Sel-sel, jaringan jaringan dan organ-organ mempunyai fungsi yang khusus, tetapi bagian-bagian ini membentuk fungsi yang holistik melalui sistem yang terintegrasi yaitu sistem syaraf dan sistem endokrin. Sistem-sistem inilah yang sangat berperan dalam mekanisme homeostasis. Mekanisme inilah yang mengelola lingkungan internal terjaga dalam "keadaan mantap" menghadapi perubahan lingkungan eksternal. Terpeliharanya keadaan mantap menghadapi tantangan perubahan lingkungan eksternal merupakan ukuran efektifitas pengaturan fisiologis.
Organisme tubuh manusia mernpunyai kemampuan penyesuaian yang cepat (segera) dan penyesuaian lanjutan. Penyesuaian homeostatik cepat dijalankan oleh sistem syaraf, penyesuaian lanjutan dijalankan oleh sistem syaraf bekerjasama dengan sistem endokrin. Pengulangan atau perpanjangan waktu paparan stress, reaksi organismik akan berubah. Lama gangguan terhadap keadaan mantap dan derajad variasi mekanisme homeostasis sedikit demi sedikit akan berkurang. Variasi fenotip ini disebut "Aklimatisasi", jika penyebab stress adalah faktor meteorologi. Variasi fenotip ini bersifat plastis tergantung dari kapasitas adaptasi.
Manusia mempunyai plastisitas fenotif yang besar sehingga dapat hidup pada kisaran lingkungan eksternal yang lebar.Jika keadaan mantap pada lingkungan internal tidak dapat dijaga oleh karena kendala pada mekanisme homeostasis terlalu besar dan terjadi disintegrasi, fungsi-fungsi seluler maupun organismic akan terganggu. Dalam keadaan demikian organisme dikatakan dalam keadaan sakit. Gejala penyakit pada organisme ditimbulkan oleh percobaan mekanisme homeostasis dalam mempertahankan keadaan mantap dan oleh aksi keadaan yang merusak pada organisme.
Hubungan Mekanisme Homeostasis Dengan Kapasitas Adaptasi Menghadapi Perubahan Cuaca
Manusia modern merupakan evolusi dari Generasi Australopithecus yang tinggal di iklim stepa semi-arid di Afrika timur dan Selatan. Berjuta juta tahun kehadirannya di bumi manusia menyebar dan hidup dalam lingkungan yang sangat beragam, dari daerah panas hingga daerah dingin, dari berbagai ketinggian permukaan laut hingga tempat dengan udara yang jarang di pegunungan. Kapasitas adaptasi dipengaruhi baik oleh faktor fisiologis maupun faktor budaya. Pada bab ini kita akan membahas pengaturan fisiologis manusia menghadapi kendala panas, dingin dan tekanan parsial oksigen rendah.
Tugas SP Psikologi Umum
TUGAS 1
SEMESTER PENDEK PSIKOLOGI UMUM
Carilah Info tentang ahli Psikologi Modern serta Teori dan Pendapatnya!
· Wilhelm Wundt (1832 - 1920)
Wilhelm Wundt dilahirkan di Neckarau pada tanggal 18 Agustus 1832 dan wafat di
Pada tahun 1875 ia pindah ke Leipzig, Jerman, dan pada tahun 1879 ia dan murid-muridnya mendirikan laboratorium psikologi untuk pertama kalinya di kota tersebut. Berdirinya laboratorium psikologi inilah yang dianggap sebagai titik tolak berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah dari ilmu-ilmu induknya (Ilmu Filsafat & Ilmu Faal). Sebelum tahun 1879 memang orang sudah mengenal psikologi, tetapi belum ada orang yang menyebut dirinya sarjana psikologi. Sarjana-sarjana yang mempelajari psikologi umumnya adalah para filsuf, ahli ilmu faal atau dokter.
Wundt sendiri asalnya adalah seorang dokter, tetapi dengan berdirinya laboratorium psikologinya, ia tidak lagi disebut sebagai dokter atau ahli ilmu faal, karena ia mengadakan eksperimen-eksperimen dalam bidang psikologi di laboratoriumnya.
Wundt mengabdikan diri selama 46 tahun sisa hidupnya untuk melatih para psikolog dan menulis lebih dari 54.000 halaman laporan penelitian dan teori. Buku-buku yang pernah ditulisnya antara lain: “Beitrage Zur Theorie Der Sines Wahrnemung” (Persepsi yang dipengaruhi kesadaran, 1862), “Grund zuge der Physiologischen Psychologie” (Dasar fisiologis dari gejala-gejala psikologi, 1873) dan “Physiologische Psychologie”.
· Ivan Pavlov (1849 - 1936)
Ivan Petrovich Pavlov dilahirkan di Rjasan pada tanggal 18 September 1849 dan wafat di
Menurut teori ini, ketika makanan (makanan disebut sebagai the unconditioned or unlearned stimulus - stimulus yang tidak dikondisikan atau tidak dipelajari) dipasangkan atau diikutsertakan dengan bunyi bel (bunyi bel disebut sebagai the conditioned or learned stimulusbehaviourisme, sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi penelitian mengenai proses belajar dan pengembangan teori-teori tentang belajar. - stimulus yang dikondisikan atau dipelajari), maka bunyi bel akan menghasilkan respons yang sama, yaitu keluarnya air liur dari si anjing percobaan. Hasil karyanya ini bahkan menghantarkannya menjadi pemenang hadiah Nobel. Selain itu teori ini merupakan dasar bagi perkembangan aliran psikologi
· Emil Kraepelin (1856 - 1926)
Emil Kraepelin dilahirkan pada tanggal 15 Pebruari 1856 di Neustrelitz dan wafat pada tanggal 7 Oktober 1926 di Munich. Ia menajdi dokter di
Emil Kraepelin adalah psikiatris yang mempelajari gambaran dan klasifikasi penyakit-penyakit kejiwaan, yang akhirnya menjadi dasar penggolongan penyakit-penyakit kejiwaan yang disebut sebagai Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA). Emil Kraepelin percaya bahwa jika klasifikasi gejala-gejala penyakit kejiwaan dapat diidentifikasi maka asal usul dan penyebab penyakit kejiwaan tersebut akan lebih mudah diteliti.
Kraepelin menjadi terkenal terutama karena penggolongannya mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Ia membagi psikosis dalam dua golongan utama yaitu dimentiapraecox dan psikosis manic-depresif. Dimentia praecox merupakan gejala awal dari penyakit kejiwaan yang disebut schizophrenia. Kraepelin juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan metode psikologi pada pemeriksaan psikiatri, antara lain menggunakan test psikologi untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan kejiwaan. Salah satu test yang diciptakannya di kenal dengan nama test Kraepelin. Test tersebut banyak digunakan oleh para sarjana psikologi di
· Sigmund Freud (1856 - 1939)
Sigmund Freud dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg (Austria), pada masa bangkitnya Hitler, dan wafat di London pada tanggal 23 September 1939. Ia adalah seorang Jerman keturunan Yahudi. Pada usia 4 tahun ia dan keluarga pindah ke Viena, dimana ia menghabiskan sebagian besar masa hidupnya. Meskipun keluarganya adalah Yahudi namun Freud menganggap bahwa dirinya adalah atheist.
Semasa muda ia merupakan anak favorit ibunya. Dia adalah satu-satunya anak (dari tujuh bersaudara) yang memiliki lampu baca (sementara yang lain hanya menggunakan lilin sebagai penerang) untuk membaca pada malam hari dan satu-satunya anak yang diberi sebuah kamar dan perabotan cukup memadai untuk menunjang keberhasilan sekolahnya. Freud dikenal sebagai seorang pelajar yang jenius, menguasai 8 (delapan) bahasa dan menyelesaikan sekolah kedokteran pada usia 30 tahun. Setelah lulus ia memutuskan untuk membuka praktek di bidang neurologi.
Pada tahun 1900, Freud menerbitkan sebuah buku yang menjadi tonggak lahirnya aliran psikologi psikoanalisa. Buku tersebut berjudul Interpretation of Dreams yang masih dikenal sampai hari ini. Dalam buku ini Freud memperkenalkan konsep yang disebut “unconscious mind” (alam ketidaksadaran). Selama periode 1901-1905 dia menerbitkan beberapa buku, tiga diantaranya adalah The Psychopathology of Everyday Life (1901), Three Essays on Sexuality (1905), dan Jokes and Their relation to the Unconscious (1905).
Pada tahun 1902 dia diangkat sebagai profesor di
· The Oedipal Complex, dimana anak menjadi tertarik pada ibunya dan mencoba mengidentifikasi diri seperti sang ayahnya demi mendapatkan perhatian dari ibu
· Konsep Id, Ego, dan Superego
· Mekanisme pertahanan diri (ego defense mechanisms)
Istilah psikoanalisa yang dikemukakan Freud sebenarnya memiliki beberapa makna yaitu:
(1) sebagai sebuah teori kepribadian dan psikopatologi,
(2) sebuah metode terapi untuk gangguan-gangguan kepribadian, dan
(3) suatu teknik untuk menginvestigasi pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan individu yang tidak disadari oleh individu itu sendiri.
Sejak the Psychoanalytic Society (Perhimpunan Masyarakat Psikoanalisa) didirikan pada tahun 1906, maka muncul beberapa ahli psikologi yang dua diantaranya adalah Alfred Adler dan Carl Jung. Pada tahun 1909 Freud mulai dikenal di seluruh dunia ketika ia melakukan perjalanan ke
Freud dikenal sebagai seorang perokok berat yang akhirnya menyebabkan dia terkena kanker pada tahun 1923 dan memaksanya untuk melakukan lebih dari 30 kali operasi selama kurang lebih 16 tahun. Pada tahun 1933, partai Nazy di Jerman melakukan pembakaran terhadap buku-buku yang ditulis oleh Freud. Dan ketika Jerman menginvasi
· Alfred Binet (1857 - 1911)
Alfred Binet dikenal sebagai seorang psikolog dan juga pengacara (ahli hukum). Hasil karya terbesar dari Alfred Binet di bidang psikologi adalah apa yang sekarang ini dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Sebagai anggota komisi investigasi masalah-masalah pendidikan di Perancis, Alfred Binet mengembangkan sebuah test untuk mengukur usia mental (the mental age atau MA) anak-anak yang akan masuk sekolah. Usia mental tersebut merujuk pada kemampuan mental anak pada saat ditest dibandingkan pada anak-anak lain di usia yang berbeda. Dengan kata lain, jika seorang anak dapat menyelesaikan suatu test atau memberikan respons secara tepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diperuntukan bagi anak berusia 8 (delapan) maka ia dikatakan telah memiliki usia mental 8 (delapan) tahun.
Test yang dikembangkan oleh Binet merupakan test intelegensi yang pertama, meskipun kemudian konsep usia mental mengalami revisi sebanyak dua kali sebelum dijadikan dasar dalam test IQ. Pada tahun 1914, tiga tahun setelah Binet wafat, seorang psikolog Jerman, William Stern, mengusulkan bahwa dengan membagi usia mental anak dengan usia kronological (Chronological Age atau CA), maka akan lebih memudahkan untuk memahami apa yang dimaksud “Intelligence Quotient”. Rumus ini kemudian direvisi oleh Lewis Terman, dari
· Max Wertheimer (1880 - 1943)
Max Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880 dan wafat pada tanggal 12 Oktober 1943 di
Pada tahun 1910, ketika berusia 30 tahun, Max memperlihatkan ketertarikannya untuk meneliti tentang persepsi setelah ia melihat sebuah alat yang disebut “stroboscope” (benda berbentuk kotak yang diberi alat untuk melihat ke dalamkotak tersebut) di toko mainan anak-anak. Setelah melakukan beberapa penelitian dengan alat tersebut, dia mengembangkan teori tentang persepsi yang sering disebut dengan teori Gestalt.
Dalam bukunya yang berjudul “Investigation of Gestalt Theory” (1923), Wertheimer mengemukakan hukum-hukum Gestalt sebagai berikut:
a. Hukum Kedekatan (law of proximity): hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas.
b. Hukum Ketertutupan (law of closure): Hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri.
c. Hukum Kesamaan (law of equivalence): hal-hal yang mirip satu sama lain, cenderung kita persepsikan sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.
· Henry A. Murray (1893 - 1980
Henry Alexander Murray dilahirkan di
Peranan Murray di bidang psikologi adalah dalam bidang diagnosa kepribadian dan teori kepribadian. Hasil karya terbesarnya yang sangat terkenal adalah teknik evaluasi kepribadian dengan metode proyeksi yang disebut dengan “Thematic Apperception Test (TAT)”. Test TAT ini terdiri dari beberapa buah gambar yang setiap gambar mencerminkan suatu situasi dengan suasana tertentu. Gambar-gambar ini satu per satu ditunjukkan kepada orang yang diperiksa dan orang itu diminta untuk menyampaikan pendapatnya atau kesannya terhadap gambar tersebut. Secara teoritis dikatakan bahwa orang yang melihat gambar-gambar dalam test itu akan memproyeksikan isi kepribadiannya dalam cerita-ceritanya.
Carilah apa yag dimaksud dengan Psikologi Sebagai Ilmu Biososial!
· Hubungan Psikologi dengan Biologi
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Semua benda yang hidup menjadi obyek dari biologi. Oleh karena itu biologi berobyekkan benda-benda yang hidup, maka cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung di dalamnya. Oleh karena itu baik biologi maupun psikologi sama-sama membicarakan manusia. Sekalipun masing-masing ilmu itu meninjau dari sudut yang berlainan, namun pada segi-segi yang tertentu kadang-kadang kedua ilmu itu ada titik-titik pertemuan. Biologi, khususnya antropologi tidak mempelajari tentang proses kejiwaan, dan inilah yang dipelajari oleh psikologi.
Seperti telah dikemukan di atas di samping adanya hal-hal yang berlainan tampak pula adanya hal-hal yang sama dipelajari atau diperbincangakan oleh kedua ilmu itu, misalnya soal keturunan. Mengenai soal keturuan baik psikologi maupun antropologi juga membicarakan mengenai hal ini. Soal keturuan ditinjau dari segi biologi ialah hal-hal yang berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi lain; mengenai soal ini misalnya yang terkenal dengan hukum Mendel. Soal keturunan juga dipelajari oleh psikologi antara lain misalnya sifat, intelegensi, bakat. Karena itu kuranglah sempurna kalau kita mempelajari psikologi tanpa mempelajari biologi khusunya antropologi maupun fisiologi, justru karena ilmu-ilmu ini membantu di dalam orang mempelajari psiokologi.
· Hubungan Psikologi dengan Sosiologi
Manusia sebagai makhluk sosial juga menjadi obyek dari sosial. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berhubungan manusia, mempelajari manusia di dalam hidup bermasyarakatnya. Karena itu baik psikologi maupun sosiologi yang membicarakan manusia, tidaklah mengherankan kalau pada suatu pada waktu ada titik-titik di dalam meninjau pertemuan manusia itu, misalnya manusia itu, soal tingkah laku. Tinjauan sosiologi yang penting ialah hidup bermasyarakatnya, sedangkan tinjauan psikologi ialah bahwa tingkah laku sebagai manifestasi hidup kejiwaan, yang didorong oleh motif tertentu hingga manusia itu bertingkah laku atau berbuat. Seperti apa yang dikemukan oleh Bouman:
“sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang hidup manusia dalam hubungan golongan. Ia mempelajari hubungan-hubungan antara sesama manusia, sepanjang hal ini berarti bagi kita dalam memperdalam pengetahuan kita tentang perhubungan-perhubungan dalam masyarakat. Dalam hal ini yang terutama menarik perhatian kita adalah bentuk-bentuk pergaulan hidup, di mana perhubungan-perhubungan ini menunjukan sifat yang kurang atau lebih kekal: pertama-tama golongan-golongan dan penggolongan-penggolongan (bangsa, keluarga, perhimpunan, tingkatan, kelas, dan sebagainya.
Bagi ahli sosiologi tinggallah satu persoalan yang tak dapat dimasukkan dalam ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, yakni menyelami hakikat kerja sama dan kehidupan bersama dalam segala macam bentuk yang timbul dari perhubungan antar manusia. Jadi yang dipersoalkan di sini ialah kehidupan bergolong-golongan yang sebenarnya.”(Bouman, 1953).
Karena adanya titik-titik persamaan ini maka timbullah cabang-cabang ilmu pengetahuan dalam psikologi yaitu psikologi sosial yang khusus menyelidiki dan mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan dengan situasi-situasi sosial. Makin lama orang makin menyadari bahwa tingkah laku manusia tidak dapat terlepas dari keadaan sekitarnya, karena itu tidaklah sempurna meninjau manusia itu berdiri sendiri terlepas dari masyarakat yang melatar belakangi.
· Psikologi Sebagai Ilmu Biososial merefleksikan pengenalan (kesadaran) akan keterkaitan timbal balik antara aspek psikologis seseorang dengan struktur sosial. Biososial merupakan landasan bagi kesadaran tingkat eksistensial. Area kesadaran ini menghadirkan isu-isu sosial dan nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa, pandangan-pandangan agama, tabu-tabu (larangan-larangan) dalam masyarakat, dsb. Biososial mewujudkan suatu jaringan kerja atau matriks konvensional pembedaan-pembedaan. Hal tersebut menyatakan bagaimana masyarakat mengonsep simbol-simbol, peta-peta, dan akar dari ide-ide bagaimana masyarakat membagi-bagi dan menggambarkan realitas.
Carilah cabang-cabang ilmu Psikologi lain!
· Ilmu Psikologi Watak (Karaktersologie)
Karaktersologie adalah istilah Belanda yang berasal dari kata “karakter”, yang berarti watak dan logos, yang berarti ilmu. Jadi karakterologie dapat kita Indonesiakan menjadi ilmu watak. Kata karakter, juga berasal dari kata Yunani charas sein, yang berarti (mula-mula) coretan, atau goresan. Kemudian berarti stempel atau gambaran yang ditinggalkan oleh stempel itu.
Jadi di sini kita menganggap bahwa tingkah laku manusia, adalah pencerminan dari seluruh pribadinya, dan secara sepintas, itulah watak manusia itu. Ilmu itu telah lama sekali dikenal oleh manusia. Sering kita lihat perbedaan-perbedaan prinsipil yang sering dikacaukan yaitu tentang:
Ø Konstitusi Jasmani ialah, keadaan jasmani yang secara fisiologis merupakan sifat-sifat bawaan sejak lahir. Konstitusi jasmani ini berpengaruh juga pada tingkah laku orang itu, dan merupakan sifat-sifat yang khas, asli dan tidak dapat diubah.
Ø Temperamen, ini dari kata “temper”, artinya campuran. Temperamen, adalah sifat-sifat seseorang yang disebabkan adanya campuran-campuran zat di dalam tubuhnya, yang juga mempengaruhi tingkah laku orang itu. Jadi temperamen berarti, sifat laku jiwa, dalam hubungannya dengan sifat-sifat kejasmanian. Temperan, juga merupakan sifat sifat-sifat yang tetap tidak dapat dididik.
Ø Watak, ialah pribadi jiwa yang menyatakan dirinya dalam segala tindakan dan pernyataan, dalam hubungannya dengan:
a. Bakat
b. Peendidikan
c. Alam Sekitanya
Keterangan:
Temperamen dan watak adalah suatu pribadi jiwa. Hanya bedanya. Temperamen adalah suatu yang tetap. Sedang watak adalah sesuatu yang dapat berubah. Karena itu watak, dapat dipengaruhi, diperbaiki, dimajukan,. Temperamen tidak dapat dididik. Sedang watak dapat dididik. Karena itu ada pendidikan watak. Apa gunanya kita mempelajari ilmu watak?
Manusia adalah makhluk sosial. Artinya manusia baru menjadi manusia kalau ia hidup dengan manusia lain atau hidup di kalangan manusia. Tentang betapa nestapanya anak manusia yang sejak kecil dibesarkan oleh serigala atau binatang lain, telah banyak kita ketahui. Dan alangkah sukar dan lambatnya mendidik anak semacam itu agar kembali menjadi manusia biasa.
Jadi manusia akan kehilangan kemanusiaannya kalau ia berada dilingkungan bukan manusia. Manusia harus di dalam pergaulan antara manusia. Di dalam pergaulan ini manusia harus menjaga agar pergaulan itu tetap berada di dalam suasana kemanusiaan, yang rukun dan damai, memperbaiki dan memajukan. Untuk itu manusia yang satu, harus kenal manusia yang lainnya. Jadi di dalam pergaulan itu manusia harus mengenal diri sendiri yang lain saling mengenal.
Karena itu, ilmu watak perlu dikenal oleh kepala keluarga, orang-orang yang di dalam pekerjaanya, berada di dalam kelompok manusia-manusia banyak, dan lebih-lebih para pendidik. Sebab dia itulah yang harus mendidik watak. Di dalam mendidik watak itu, pendidik harus mengetahui lebih dahulu watak telah ada pada anak-anak itu.
· Ilmu Psikologi Kepribadian (Personalisme)
W. Stern adalah seoarng ahli ilmu jiwa. Ia adalah seorang professor di
Apakah arti Personalistik (kepribadian) Stern ini ?
1) Personalistik adalah ilmu pengetahuan yang menjadi dasar untuk mempelajari manusia. Misalnya:
a. Ilmu jiwa
b. Ilmu tubuh, dan
c. Ilmu hayat.
2) Personalistik adalah ilmu pengetahuan tentang pribadi, yang netral. Artinya yang tak terkena oleh perbedaan antara tubuh dan jiwa.
3) Personalistik adalah ilmu jiwa pengalaman. Sbab segala sesuatu yang bersifat metafisis dikesampingkan.
Buku Stern antara lain berisi pendapatnya tentang Person dan Sache.
a. Yang dimaksud oleh Stern dengan Person, ialah suatu kesatuan yang dapat menentukan diri sendiri dengan merdeka dan mempunyai 2 tujuan, yakni:
Ø Mengembangkan diri
Ø Mempertahankan diri
Jadi: sel-sel tumbuh-tumbuhan, binatang dan sebagainya adalah person, kesadaran bukannya bagian mutlak daripada person, sebab person tak hanya terbatas pada manusia.
b. Sache (benda) adalah segala sesuatu yang tak dapat dipandang sebagai suatu kesatuan yang mempunyai maksud untuk menentukan diri dengan merdeka.
Sache, tidak mempunyai kepribadian, sebab benda hanya kumpulan dari bagian-bagian yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri. Sache tidak mempunyai tujuan, sifatnya pasif, dapat diukur, dan tergantung sama sekali oleh hokum-hukum alam. Mesipun demikian antara person dan sache tak terdapat pertentangan. Sebab adanya asas hierarchie. Misalnya dunia manuisia adalah hierarchie dari individu, keluarga, bangsa dunia manusia. Stern mengatakan bahwa person adalah suatu unitas-multiplex. Artinya ialah person adalah suatu kesatuan yang terjadi dari unsur-unsur yang banyak, yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri pula.
· Ilmu Psikologi Modern
Ilmu jiwa dalam perkembangannya juga mengalami suatu revolusi. Dan sesudah itu ilmu jiwa disebut ilmu jiwa modern. Bagaimana revolusi itu terjadi, dan siapa pelopornya? Apakah perbedaan antara ilmu jiwa modern dengan ilmu jiwa sebelum revolusi? Aliran-aliran apakah yang timbul sesudah revolusi itu? Dan dimana aliran-aliran itu timbul?
Sesuai dengan kemanjuan pikiran manusia, maka ilmu jiwa yang telah ada pada waktu itu tidak lagi memuaskan. Karena ilmu jiwa waktu itu masih bernaung di bawah paying filsafat. Belum berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan ilmiah yang mempunyai bahan penyelidikan dan metode sendiri. Seorang ahli ilmu jiwa jerman, yang bernama Wilhelm Wundt, pada tahun 1875, telah berhasil mengumpulkan bahan-bahan yang dapat dipergunakan sebagai bahan penyelidikan di dalam ilmu jiwa. Ia juga mendirikan sebuah laboratorium di sebuah
Inilah titik tolak daripada recolusi ilmu jiwa.
Perbedaan khas antara ilmu jiwa modern dan ilmu jiwa sebelum revolusi, dapat kita sebutkan :
Ø Telah lepas dari filsafat dan berdiri sendiri
Ø Telah mempunyai metode penyelidikan tertentu
Ø Mempunyai cara tertentu di dalam obyek yag diselidiki, meski obyeknya sebagian masih tetap kesadaran
Aliran-aliran ilmu jiwa yang timbul sesudah revolusi itu ialah:
Ø Behaviorisme dan Pyschorefleksologi.
Yang pertama di Amerika, yang kedua di Rusia, dan keduanya mempunyai aliran yang sama.
Ø Dietepsychologi, di Swiss.
Ø Gestaltpsychologi, di Jerman.
Ø Denkpsychologi, juga di Jerman,
Ø Ilmu Jiwa Sosial, dll.
Suatu ilmu pengetahuan boleh dinamakan telah berdiri sendiri, apabila itu telah memiliki obyek dan metode tertentu. Filsafat secara garis besar dapat kita katakana: Suatu ilmu dari segala ilmu yang berusaha mencari dasar-dasar yang terdalam dan sebab-sebab yang terakhir dari segala yang ada. Semua ilmu pengetahuan yang ada sekarang ini adalah dahulu tergabung di dalam filsafat. Hidup di lingkungan filsafat. Obyek dan metodenya milik filsafat. Kemudian sesuai dengan kemajuan ilmu itu, maka ia berusaha melepaskan diri dari filsafat dan berdiri sendiri sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan.